Manga Anime dan Sejarahnya

Manga anime, menurut pemerhati kebudayaan Jepang asal Kanada, Susan J. Napier, merupakan kontribusi terbesar dari kebudayaan Jepang untuk kebudayaan global. Sementara di Amerika memandang manga anime sebagai karya seni untuk khalayak muda, bagi masyarakat Jepang, dengan seni visual mereka yang membudaya, memandang manga anime sebagai karya seni yang bisa diakses oleh orang-orang dari segala tahapan usia, latar belakang pendidikan, tingkat penghasilan, tipe gender dan sebagaiya. Walau manga anime merupakan produk seni yang meraih kepopulerannya di abad 20, namun manga anime berakar dari bentuk seni Jepang tradisional seperti teater Kabuki dan grafis yang dicetak di atas kayu.

Sejarah dan perkembangan manga anime

manga animeBeberapa ahli kebudayaan Jepang meneliti asal muasal manga yang kembali pada masa Edo (1600-1686) dalam sejarah Jepang, khususnya pada “kiboyoshi”, sebuah buku terbuat dari kayu dan berilustrasi yang popular di kala itu. Buku ini memuat konten erotis atau humor dan menampilkan manusia-manusia, ciptaan atau karakter fantatis dan imajinatif dan bahkan mengacu pada selebriti di periode tersebut. Manga anime muncul dalam bentuk modern setelah masa World War II berakhir, dan salah satu manga anime pertama yang terkenal kala itu adalah Astro Boy, yang muncul pada tahun 1952. Seiring perkembangan media, topic-topik yang bisa diterima dalam manga anime semakin meluas, dari cerita robot Astro Boy, hingga cerita-cerita yang focus pada pahlawan perempuan, teknologi, erotisme, dan bahkan topi non fiksi seperti etika berkencan.

Tema dan Genre Manga Anime

Serial manga anime pada masa awal, seperti Astro Boy, dengan penekanan ceritanya pada robot, ditujukan pada anak-anak, secara prinsip anak-anak laki. Seiring bentuk seni ini terus mengalami kemajuan, makin banyak genre dibentuk dan dipopulerkan. Sebagai contoh shoujo, manga anime yang focus pada karakter perempuan muda, menjadi sangat popular di tahun 1960-an hingga saat ini. Hentai, merupakan manga anime yang memuat konten erotis dan atau tema pornografi, sementara genre yaoi memuat cerita bertema homoerotic dan cukup popular di kalangan wanita muda. Manga anime juga menggali tema-tema komplek dan isu-isu terkait hubungan manusia dengan teknologi, pencarian indentitas di dunia modern serta yang berbicara mengenai sejarah.

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: